Collaborative Governance in Waste Management in Bandung City

  • Kurhayadi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bandung, Indonesia
Keywords: Collaborative Governance, Stakeholders, Waste Management, KangPisMan Program.

Abstract

Collaborative governance is governance in which stakeholders, notably the government, private parties, and the community, work together to develop answers to difficult-to-solve issues. Waste management is one of these issues. The purpose of this research is to examine collaborative governance-based waste management and the roles of each stakeholder in collaborative governance-based waste management in the city of Bandung. This research employs a qualitative approach to data collecting, including interviews, observations, and recording of numerous specified informants, as well as analytical approaches such as data reduction, data presentation, and conclusion. The results demonstrate that collaborative governance in waste management has been successfully implemented, from assessment through initiation, discussion, and execution. Collaboration in waste management in Bandung is still semi-formal, relying only on the commitment of partners. The KangPisman program recognizes this, a Bandung municipal government movement in waste management via efforts to minimize, segregate, and use garbage and make the kangpisman program refraction and become a lifestyle for residents in the city of Bandung.

References

1. Akib, H. (2016). Implementasi Kebijakan Program Makassar Tidak Rantasa (MTR) di Kota Makassar. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik, 6(2), 21-34.
2. Artiningsih, N. K. A. (2008). Peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga (Studi kasus di Sampangan dan Jomblang, Kota Semarang) (Doctoral dissertation, program Pascasarjana Universitas Diponegoro).
3. Bandung City Regional Regulation Number 09 of 2018 concerning Waste Management.
4. Bila, A., & Saputra, B. (2019). Strategi Collaborative Governance Dalam Pemerintahan. Jurnal Transformasi Administrasi, 9(2), 196-210.
5. Creswell, J. W. (2016). Research design: pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
6. Dwiyanto, B. M. (2011). Model peningkatan partisipasi masyarakat dan penguatan sinergi dalam pengelolaan sampah perkotaan. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 12(2).
7. Hardi, W. (2020). Collaborative Governance Dalam Perspektif Administrasi Publik. Semarang: Universitas Diponegoro Press.
8. Harmana, D., Wargadinata, E. L., & Nurdin, I. (2021). Pengelolaan Sampah Berbasis Collaborative Governance di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. VISIONER: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia, 13(2), 247-260.
9. Irawan, D. (2017). Collaborative governance (studi deskriptif proses pemerintahan kolaboratif dalam pengendalian pencemaran udara di kota surabaya). Kebijakan dan Manajemen Publik, 5(3), 1-12.
10. Kahfi, A. (2017). Tinjauan terhadap pengelolaan sampah. Jurisprudentie: Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum, 4(1), 12-25.
11. Law No. 18 of 2008 concerning Waste Management.
12. Madani, M. (2011). Agenda setting pengelolaan sampah pasar di kota makassar. Otoritas: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 1(1).
13. Maryam, N. S. (2017). Mewujudkan good governance melalui pelayanan publik. JIPSI-Jurnal Ilmu Politik Dan Komunikasi UNIKOM, 6.
14. Muliawaty, L., Firdausijah, R. T., & Suryadi, S. (2021). Termination of Internal Control Policy in Waste Management in Bandung City. Review of International Geographical Education Online, 11(4), 1219-1225.
15. Ngalu, R. (2019). Peningkatan kesadaran dan kreativitas siswa sekolah dasar tentang sampah melalui pelatihan pengolahan sampah menjadi benda bernilai di desa Golo Ropong. Randang Tana-Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 137-145.
16. Pantur, M. F., Budi Heri Pirngadie, D. P., & Furi Sari Nurwulandari, D. P. (2017). Kajian Pengelolaan Persampahan Di Rumah Susun (Studi Kasus: Rumah Susun Sarijadi, Kota Bandung) (Doctoral Dissertation, Fakultas Teknik).
17. Sekarningrum, B., Sugandi, Y. S., & Yunita, D. (2020). Sosialisasi dan edukasi kangpisman (kurangi, pisahkan dan manfaatkan sampah). Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 73.
18. Sulistiyorini, N. R., Darwis, R. S., & Gutama, A. S. (2015). Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di lingkungan Margaluyu Kelurahan Cicurug. SHARE: Social Work Journal, 5(1).
19. Suryani, A. S. (2014). Peran bank sampah dalam efektivitas pengelolaan sampah (Studi Kasus Bank Sampah Malang). Aspirasi: Jurnal Masalah-masalah Sosial, 5(1), 71-84.
20. Suryani, E. (2016). Manajemen Pengelolaan Bank Sampah di Kota Bekasi. Jurnal Administrasi Dan Kebijakan Publik, 6(1), 63-75.
21. Widiyanto, A. F., Pratiwi, O. C., & Yuniarno, S. (2017). Model Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kabupaten Banyumas. Prosiding, 7(1).
Published
2021-12-02
How to Cite
Kurhayadi. (2021). Collaborative Governance in Waste Management in Bandung City. International Journal of Science and Society, 3(4), 236-244. https://doi.org/10.54783/ijsoc.v3i4.482