Justicia restaurativa para la blasfemia en Indonesia: estudio de aplicación
Abstract
Como se sabe, el problema de la blasfemia en Indonesia se desarrolló después del caso de blasfemia de Al Maidah 51 por parte del ex gobernador de Yakarta DKI Basuki Tjahaya Purnama o más conocido Ahok continuó con el evento 212 que se ha convertido en un momento crucial en el desarrollo del caso de otros casos de blasfemia. La preocupación es cómo reaccionan las instituciones pertinentes y el ministerio de religiones y los funcionarios gubernamentales en el manejo de estos casos. Porque en realidad, todos estos casos siempre acaban en prisión. ¿Es esta la solución correcta? Este estudio tiene como objetivo analizar el papel de la justicia restaurativa en el tratamiento de casos de blasfemia en Indonesia. Esta investigación utiliza un enfoque cualitativo con el método de estudio de literatura para analizar este problema.
References
Adji, OS y delik pers di Indonesia, P. (1990). Erlangga.
Amnistía Internacional, “Mengadili Keyakinan: Undang-Undang Penodaan Agama Indonesia”, noviembre de 2014
Beccaria, C. (1996). Of Crime and Punishment, traducido por Jane Grigson. Oxford: Oxford University Press, 25, 410.
4. Ditelusur melalui http://bangka.tribunnews.com/2017/05/09/selain-kasus-ahok-inilah-kasus-kasus-penistaan-agama-yang-menghebohkan-di-indonesia?page=2
Djafar, W. y Abidin, Z. (2014). Membelenggu ekspresi: studi kasus mengenai praktik pemblokiran/penyaringan konten internet dan kriminalisasi pengguna internet di Indonesia. Elsam.
ELSAM, Panel Diskusi, (2007), Perkembangan Konsep Tindak Pidana Terkait Dengan Agama dalam Pembaharuan KUHP. Aliansi RKUHP, Yakarta: ELSAM.
CIJR, “Tren Penggunaan Pasal 28 ayat (2) ITE terkait Penyebar Kebencian Berbasis SARA Akan Meningkat”, http://icjr.or.id/tren-penggunaan-pasal-28-ayat-2-ite-terkait-penyebar -kebencian -berbasis- sara- akan-meningkat/ diakses pada 24 de abril de 2018.
Lamintang, PAF y Lamintang, T. (2010). Delik-delik khusus kejahatan terhadap kepentingan hukum negara. Sinar Grafika.
Lamintang, PAF, (1986), Delik-delik Khusus Kejahatan-kejahatan Terhadap Kepentingan Hukum Negara, Yakarta: Sinar Baru, hlm. 465.
Mahkamah Agung República Indonesia, Putusan Nomor 71 K/KR/1973
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Putusan Nomor 140/PUU-VII/2009
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Putusan Nomor 97/PUU-XIV/2016
Miftahusurur dan Sumamiharja ,. (2007). Delik-delik Keagamaan di dalam RUU KUHP Indonesia, Yakarta: DESANTARA, Aliansi Nasional Reformasi KUHP y DRSP-USAID.
Moeljatno ,. (1996). Kitab Undang-undang Hukum Pidana, Yakarta: Bumi Aksara.
Mudzakkir ,. (2010). Tindak Pidana Terhadap Agama Dalam Kitab Undang-undang Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Nomor 1/Pnps/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama (Kajian Terhadap Praktek Penegakan Hukum dan Prospek Pengaturannya Perencana) Indonesia: Pembangunan Hukum Nasional Badan Hukum Pembinaan Nacional Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia.
Muladi y Arief, BN (1984). Teori-teori dan kebijakan pidana. ancianos
Copyright (c) 2023 International Journal of Science and Society

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

.png)

.jpg)
.png)

.png)
.png)
.png)
1.png)

.jpg)



-modified.png)
-modified.png)


-modified.png)


